Penyakit Biduran Pada Kulit

Penyakit biduran pada kulit sering kali terjadi karena penyebabnya adalah darah kotor, udara yang dingin dan bisa disebabkan juga oleh alergi suatu makanan tertentu. Biasanya makanan yang menjadi sumber dari penyakit biduran ini adalah makanan seperti ikan laut, udang , dan telur. Tanda-tanda orang yang terkena penyakit biduran adalah bintik-bintik dikulit yang terasa gatal-gatal.  Namun jika digaruk bintik-bintik itu akan makin menyebar luas ke bagian tubuh lainnya.  Penyakit biduran ini dapat berlangsung  dari beberapa menit hingga sampai beberapa hari selanjutnya. Biasanya penyakit ini tidak berbahaya dan hanya meninggalkan bekas, namun hal ini tidak juga boleh disepelekan, bisa saja ini merupakan gejala dari suatu penyakit serius bila bersamaan dengan angioderma (urtikaria yang mengenal lapisan bawah kulit dan mukosa), karena jika saluran nafas bisa menyebabkan s sehingga menyebabkan masalah pada kematian. Sekitar 40 persen penderita penyakit biduran krinus ini akan menderita angioderma.

Penyakit Biduran Pada Kulit

Penyakit Biduran Pada Kulit

 

Penyakit Biduran

Biduran adalah bentolan berwarna merah dengan ukuran beragam, dari kecil hingga besar, dan terasa gatal. Umumnya, biduran timbul akibat reaksi alergi atau gangguan sistem kekebalan tubuh dan akan menghilang sendirinya. Penyebab biduran adalah udara dingin, obat-obatan, gigitan serangga, dan lain-lain. Makanan laut seperti udang, kepiting, dan cumi-cumi dapat pula menimbulkan biduran.

Penyebab penyakit biduran pada kulit adalah allergen. Alergen adalah bahan pencetus terjadinya alergi . Walaupun demikian, setiap penderita biduran  mempunyai jenis allergen masing-masing misalnya terhadap satu makanan tertentu seperti udang saja, namun terhadap daging ayam atau protein lainnya tidak.

Obat Biduran

Penyakit biduran pada kulit ringan biasanya gejala yang dirasakan akan hilang dengan sendirinya tana melakukan pengobatan. Lain halnya jika biduran yang mempunyai masalah cukup berat, dibutuhkan obat minum untuk mnegatasi hal tersebut. Obat yang biasa digunakan adalah obat antihistamin (CTM, difenhidramin, setirizin, lotaradin, interhistin,  dll). Atau kombinasi antihistamin dengan kortikosteroid misalnya alegi, dextafen, dexteem, dll. Setelah mengkonsumsi obat ini, umumnya gejala biduran segera hilang, tapi bukan berarti sembuh sempurna. Di lain waktu, jika terpapar alergen lagi, biduran akan muncul kembali.

Penyakit biduran pada kulit yang secara umum adalah istilah untuk keracunan berbagai jenis makanan atau perub ahan cuaca yang disebut juga dengan alergi. Penyembuhannya dapat dilakukan dengan cara dibawah ini :

  • Minumlah ramuan berupa 15 lembar daun pamujung, sesendok ten klembak dan setengah sendok the daun meniran. Rebuslah hingga bahan dengan satu seperempat gelas air. Biarkan sampai mendidih sampai airnya tinggal  tiga seperempat gelas. Minumlah air rebusan ini. Biasanya dengan meminum ini, keracunan dari segala jenis makan akan dapat dinetralisir.
  • Mengolesi bagian tubuh yang biduran dengan merica yang telah ditumbuk halus dan dicampur dengan minyak tanah. Atau meminum air seduhan buah pinang yang telah disangrai.

Selain obat herbal ada juga obat medis yang diberikan oleh dokter  bila biduran pada lkulit muncul terus menerus selama beberapa hari atau disertai kepala rasa ringan atau kesulitan bernapas, segera ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat antihistamin. Sedangkan untuk kasus yang lebih hebat, dokter akan memberikan suntikan adrenalin (epinephrine). Kadang dokter member resep obat kortikosteroid.

Jika Anda mengalami biduran, lakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Carilah penyebab biduran yang Anda derita dengan mengecek makanan yang Anda konsumsi
  2. Hentikan mengkonsumsi makanan yang dicurigai sebagai penyebab timbulnya biduran
  3. Taburi biduran dengan bedak antigatal
  4. Minum obat atihistamin, seperti CTM dengan dosis sesuai petunjuk penggunaan

Cara Menyembuhkan Biduran

1. Cara Pertama

Bahan-Bahan :

– 15 helai daun pamujung
– 1 sendok teh klembak
– 1/2 sendok teh dain meniran

Cara Pemakaian :

– Ketiga bahan direbus dengan 1 1/4 gelas air
– Biarkan hingga mendidih dan airnya tinggal 3/4 gelas
– Diamkan sampai hangat dan minum

2. Cara Kedua

Bahan-Bahan :

– Batu bata merah secukupnya

Cara Pemakaian :

– Batu bata merah di tumbuk sampai halus
– Kemudian di sangrai (digoreng tanpa menggunakan minyak) dengan wajan
– Setelah itu bungkus dengan kain
– Gosokkan ke bagian yang mengalami biduran selagi hangat-hangat kuku

3. Cara Ketiga

Bahan-Bahan :

– Merica secukupnya
– Minyak tanah secukupnya

Cara Pemakaian :

– Merica di tumbuk sampai halus
– Lalu tambahkan minyak tanah
– Aduk sampai merata
– Oleskan pada tubuh yang biduran

Untuk pencegahan yang dilakukan pada penyakit biduran adalah sebaiknya usahakan untuk mencari apa yang menjadi penyebab dari alergi dan sebaiknya perhatikan terlebih dahulu apa saja yang sedang disentuh, dimakan dan seda diisap disaat terjadinya biduran. Jika penyebabnya adalah karena makanan, maka sebaiknya hindarilah jenis makanan tadi. Namun jika penyebabnya adalah akibat udara yang dingin, Anda bsia mengatasinya dengan mengenakan pakaian yang tebal dan juga pakaian yang hangat untuk membantu menghangatkan tbuh Anda, dan jika perlu Anda bisa menggunakan sarung tangan atau juga menggunakan kaus  kaki.

Hindarilah jenis penyebab atau pemicu dari alergi. Termasuk beberapa diantaranya adalah jenis makanan dan juga penyedap rasa, obat-obatan dan juga beberapa kondisi misalnya adalah seperti udara panas, dingin dan akibat stres yang terjadi dengan berlebihan.

Penyakit Biduran Pada Kulit

http://biduran.com/penyakit-biduran-pada-kulit/


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Biduran dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Biduran and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>